Jakarta, MCNID.net--Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis, mengingatkan pentingnya perubahan nyata di tengah masyarakat yang digerakkan oleh aksi, bukan sekadar wacana.


Ulama yang akrab disapa Kiai Cholil ini menekankan bahwa sebuah pemikiran atau idealisme keagamaan tidak akan memiliki arti jika tidak mampu menyentuh dan menyelesaikan persoalan konkret yang dihadapi oleh umat.


"Gagasan besar tidak akan pernah mengubah dunia jika ia hanya menggantung di awan. Tugas terberat kita bukan sekadar berimajinasi, tapi bagaimana membawa ide langit itu turun ke bumi menjadi langkah kecil, nyata, dan berdampak bagi sekitar," ujar Kiai Cholil dikutip MCNID dari akun Facebook pribadinya @Cholil Nafis, Jumat (26/6/2026). 


Menurut pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah ini, tantangan terbesar bagi para pemikir, akademisi, termasuk tokoh agama saat ini adalah jebakan romantisme kata-kata. 


Banyak pihak yang dinilai terlalu fokus merumuskan konsep-konsep ideal yang indah di atas kertas, namun gagap saat harus mengeksekusinya di lapangan.



Ketua Badan Pengurus Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI ini mengibaratkan fenomena tersebut seperti menenun kain di tempat yang tidak semestinya.


"Seringkali kita terlalu asyik menenun kata di atas awan, hingga lupa bahwa akar perubahan itu tertanam di tanah. Membumikan gagasan adalah seni menerjemahkan idealisme menjadi kebermanfaatan," tegasnya.


Ulama kelahiran Sampang, Madura, Jawa Timur pada 1 Juni 1975 ini berpesan agar spirit "membumikan gagasan" ini dijadikan fondasi dalam setiap program kerja keumatan ke depan.


"Karena pada akhirnya, sebaik-baiknya pemikiran adalah yang paling memberi manfaat bagi manusia," pungkas Kiai Cholil.