Depok, MCNID.net--Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, KH M Cholil Nafis, menyampaikan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan oleh seorang hamba, sekecil apa pun itu, tidak akan pernah hilang dan pasti mendapatkan balasan dari Allah SWT. Oleh karena itu, umat Islam diminta untuk tidak ragu berbuat baik serta selalu menjaga niat agar tetap ikhlas hanya mengharap keridaan Allah SWT.
Pesan tersebut disampaikan Kiai Cholil Nafis saat mengisi pengajian rutinan Sabtu Mujahadah yang mengkaji Kitab Mauidzotul Mu'minin di Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat, Sabtu (24/10/2026).
Wakil Ketua Umum MUI ini mengingatkan bahwa hukum kausalitas kebaikan dan keburukan itu berlaku, baik di dunia maupun di akhirat. "Setiap kebaikan yang kita latihkan dan kita perbuat kepada orang lain akan kembali kepada kita, apakah di dunia atau di akhirat. Bisa cepat, bisa lambat, tetapi pasti kembali. Jangan pernah khawatir kebaikan itu hilang," ujar Kiai Cholil dikutip Senin (26/10/2026).
Ketua Badan Pengurus Harian DSN MUI ini menerangkan bahwa satu-satunya hal yang dapat membatalkan atau merusak nilai kebaikan di sisi Allah adalah ketidakikhlasan dalam berbuat. Ketika seseorang berbuat baik demi mencari pujian manusia, penghargaan sosial, atau tujuan pencitraan semata, maka nilai pahalanya akan sirna.
"Yang hilang itu kalau kita sendiri yang tidak ikhlas. Yang kita lakukan karena orang lain atau sekadar pencitraan, itu yang hilang. Tetapi kalau niatnya karena Allah, tidak ada harta atau tenaga yang terbuang sia-sia. Pasti Allah kembalikan, baik berupa kenikmatan di dunia maupun pahala di akhirat kelak," tegasnya.
Lebih lanjut, Kiai Cholil menekankan bahwa keikhlasan merupakan fondasi paling dasar dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. Seseorang yang berniat ikhlas tidak akan pernah merasa kecewa atau berkecil hati apabila kebaikannya tidak dibalas oleh manusia.
Kiai Cholil Nafis memberi contoh keteladanan ikhlas paling nyata dalam kehidupan sehari-hari, yakni kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Menurutnya, seorang ibu rela bertaruh nyawa dan mengorbankan segalanya demi kebahagiaan sang buah hati tanpa mengharapkan balasan.
"Ikhlas yang paling tinggi dicontohkan dalam kehidupan adalah ikhlasnya seorang ibu kepada anaknya. Melahirkan mati-matian, tetapi tetap senang dan bahagia karena cinta. Seperti itulah seharusnya kita berbuat baik kepada sesama karena Allah," tambahnya.
Kiai Cholil mengajak umat untuk senantiasa membiasakan diri berakhlak mulia, menjaga lisan, serta memupuk keikhlasan dalam setiap amal ibadah.
Kiai Cholil juga mengingatkan agar umat tidak memandang remeh kebaikan sekecil apa pun, termasuk tutur kata yang santun dan senyuman, karena hal itu berharga tinggi di hadapan Allah SWT.
KH Cholil Nafis: Kebaikan Sekecil Apa pun Pasti Dibalas Allah
📅 26 Oktober 2026✍️ SadamKajian



